full screen background image

Kopi Arabika

Komoditi Unggulan 29 Juni 2013 admin

Sifat-sifat dan karakteristik varietas kopi Arabika antara lain:



Varietas S 795



Habitus tanaman: tinggi agak melebar dengan daun rimbun menutupi batang.



Percabangan tidak teratur, ruas batang agak pendek, cabang sekunder, cabang tersier, cabang balik dan cabang cacing tumbuh sangat aktif sehingga diperlukan sering mewiwil. Daun bulat telor dengan ujung runcing, permukaan dan tepi daun bergelombang. Bunga: pembungaan besar pada awal musim hujan dan bunga susulan cukup banyak. Ruas yang pernah berhubungan dapat berbunga kembali akan tetapi jumlah buah sedikit. Bunga mekar agak pagi. Buah: buah muda agak memanjang warna hijau dan buah masak agak bulat warna merah hati. Pemasakan buah tidak serentak sehingga perlu panen bertahap. Daya hasil 1,5 ton/ ha dengan populasi 1600 pohon/ ha. Ketahanan terhadap hama penyakit: pada ketinggian > 1000 n tahan terhadap penyakit karat daun (hemileia vastatrix B et Br.), sedangkan < 900 agak rentan.



Cita rasa: baik.



Varietas Kartika



Habitus tanaman: katai.



Percabangan agak lentur, ruas pendek, pembentukan cabang sekunder, cabang kipas sangat aktif. Daun bulat telor dengan pangkal daun ujung runcing. Helai daun tebal dan kaku. Bunga: pembungaan lebih cepat dibandingkan kopi S 795. Bunga mekar agak siang. Buah: buah agak bulat dengan ukuran seragam. Biji lebih kecil dibandingkan dengan S 795. pemasakan buah tidak serentak sehingga perlu panen bertahap. Daya hasil 2 ton/ ha dengan populasi 2.500 pohon/ ha. Ketahanan terhadap hama penyakit: pada ketinggian > 1000 m tahan terhadap penyakit karat daun (hemileia vastatrix B et Br.), sedangkan < 900 tidak tahan.



Cita rasa: cukup.



Varietas Andung Sari (AS)



Habitus tanaman: katai.



Percabangan mendatar, tegak lurus batang utama dan agak lentur. Daun berbentuk oval agak memanjang dengan ujung meruncing dengan ukuran lebih besar daripada Kartika. Helai daun tipis dan lemas dengan tepi bergelombang. Bunga: hampir sama dengan Kartika. Buah: hampir sama dengan Kartika. Daya hasil 2 ton/ ha dengan populasi 2.500 pohon/ ha. Ketahanan terhadap hama penyakit: pada ketinggian > 1000 m tahan terhadap penyakit karat daun (hemileia vastatrix B et Br.), sedangkan < 900 lebih tahan dibandingkan dengan Kartika.



Cita rasa: cukup baik.



Klon BP 42



Habitus tanaman: perawakan sedang dengan tinggi tajuk ± 2 m.



Percabangan: cabang agak mendatar dengan ruas batang pendek. Daun bulat besar, permukaan dan tepi daun bergelombang, pupus daun berwarna hijau pucat dan daun tua hijau gelap. Bunga: pembungaan agak lambat dan penyerbukan paling baik. Buah: dompolan buah antar ruas cukup rapat, buah berukuran besar dan buah masak berwarna merah cerah. Daya hasil 0,8 ton/ ha dengan populasi 1.200 pohon/ ha.



Kopi Arabika Kopyol





Deskripsi Kopi Arabika varietas Kopyol Bali



Tanaman : habitus tanaman : tinggi, melebar, merata, merunduk menutupi batang pokok hingga ke permukaan tanah serta berdiameter 1,68 m dari batang pokok, percabangan : memiliki cabang primer dengan panjang rata-rata 100-120 cm (cabang balik serta cacing tidak begitu aktif), panjang ruas cabang : 4,23-7,68 cm, umur tanaman dapat lebih dari 30 tahun dengan umur produktif dimulai sejak usia 2 tahun di lahan pertanaman.



Batang : berbatang tunggal, bentuk batang : bulat melingkar, tinggi batang : 125-165 cm, diameter batang : 10-15 cm, jumlah ruas : 8-16 intermode, warna batang : coklat tanah, Daun : warna daun tua : hijau tua, warna daun muda (flush) : coklat kemerahan, permukaan daun : bergelombang, daun mengatup ke atas, ujung daun : meruncing, panjang daun : 15, 12-18,34 cm, lebar daun : 6,34-7,26 cm, panjang tangkai daun : 2,25-3,2 cm.



Bunga : warna mahkota bungan : putih bersih, warna kelopak bunga : putih bersih, warna putik : putih kekuningan, panjang putik : 3,5-4 cm, panjang tangkai bunga : 1,5-2 cm, jumlah bunga per dompol : 12-28 kuntum, masa pembungaan terus menerus sepanjang tahun mengikuti pola sebaran hujan, berhenti berbunga pada saat puncak musim kemarau pada bulan Oktober sampai bulan Nopember.



Buah : warna buah muda : hijau cerah dan bersih, warna buah masak : merah cerah, bentuk buah : bulat memanjang, buah hijau masak fisiologis : panjang : 1,78-2,20 cm; lebar : 1,21-1,30 cm, rata-rata jumlah dompolan buah percabang : 8-16 dompol, rata-rata jumlah buah per dompol : 10-28 butir, ukuran buah masak : panjang : 1,80-2,30 cm; lebar : 1,22-1,35 cm, rata-rata panjang internodia : 4,23-7,68 cm, jumlah buah masak : 425-437 butir/kg, rasa buah masak : manis, rasa buah muda : sepat, tekstur permukaan buah : halus, licin dan mengkilat, tebal kulit buah : 1,0-1,2 mm.



Biji : bentuk biji : bukat memanjang, warna kulit biji : warna telor asin hingga kuning agak kecoklatan (muda), panjang biji : 1,41-1,52 cm, lebar biji : 1,0-1,1 cm, persentase biji normal : >85%, rendemen biji : 15-17%.



Sifat-sifat khusus : sangat tahan terhadap serangan penyakit karat daun (Hemileia vastatrix B.et Br.), penggerek buah kopi (PBKo) (Hypothenemus hampei) dan Nemathoda (R.Similis dan Pratylenchus coffeae), memiliki cita rasa spesifik yaitu beraroma jeruk, umumnya di tanam pada lahan tegalan pada ketinggian dia atas 900 m dpl, dengan irigasi tadah hujan.


MENU UTAMA

EVENT TERAKHIR

AGENDA

UNIT ESELON

TEKNOLOGI PRAKTIS

REKAP HARGA PASAR

LINK

SITUS PEMERINTAHAN

KOMODITI UNGGULAN

Klik pada gambar untuk melihat detail dari komoditi unggulan Dinas Perkebunan Provinsi Bali.

Lihat Semua