full screen background image

PKK BALI LIRIK PELUANG PENGOLAHAN COKELAT

Event 23 Oktober 2015 admin_disbun

Ny. Ayu Pastika selaku Ketua Penggerak PKK Provinsi Bali Selasa (20/10) mengajak anggotanya mengunjungi pabrik pengolahan coklat di Desa Carangsari Kab. Badung, Rombongan diterima oleh IB Nama Rupa (Gusde) selaku General Affair dan Toby Garritt selaku CEO POD Chocolate didampingi Kadisbun Bali diwakili Kabid Pengkajian dan Pengembangan Ir. I Made Tresna Kumara,MMA bersama Ny. Dewa Buana Ketua Darma Wanita Persatuan Disbun Bali  dan staf lainnya. Gusde dan Toby menjelaskan kepada Ayu Pastika bahwa pabrik pengolahan coklat tersebut dirintis sejak 5 tahun lalu namun dikelola secara intensif sejak 3 tahun lalu.Kapasitas produksi 3 – 4 ton per bulan. Soal pemasaran masih sekitar Bali yakni menyasar hotel hotel berbintang,duty free di Bandara Ngurah Rai. Untuk Hotel berbintang sudah mampu dikuasai seperiganya kata Toby Garritt warga Australia yang kini sudah menjadi warga Bali.Untuk kedepannya pihaknya akan berusaha memperluas pasar, bahkan jika izinnya sudah keluar akan melakukan ekspansi lewat jalur ekspor. ‘’Produksi kami sekarang masih terbatas,’’ ujarnya. Untuk itu Februari 2016 rencana akan dibangun pabrik dengan berkapasitas 50 ton/bulan di Werdi Buana, Mengwi pada areal 50 are. Selain pabrik juga akan dibangun kafe dan fasilitas pendukung lainnya.Kabid Pengkajian dan Pengembangan Tresna Kumara dihadapan Ny. Ayu Pastika mengatakan Bali memiliki areal kebun kakao sekitar 14.000 hektar dengan sebaran paling luas terdapat di Tabanan dan Jembrana. Dari areal tersebut menghasilkan biji kakao sekitar 6.000 ton. Dalam  meningkatkan kualitas produk, Disbun Bali terus melakukan pembinaan kepada petani. Dari sisi pengolahan para petani diwajibkan melakukan pengolahan biji kakao dengan sistem fermentasi. Sebab dengan cara ini akan mampu menghasilkan kualitas biji kakao lebih bagus, dan bisa bersaing di pasar ekspor.

Apa yang dilakukan Disbun Bali begitu nyambung dengan apa menjadi harapan pihak Pod Chocolate. Perusahaan ini hanya mau menerima atau membeli biji kakao petani yang berasal dari hasil pengolahan fermentasi. Sebab menurut Tobby maupun Gusde, hanya biji kakao dari feremntasi yang kualitasnya bagus. Dan pihaknya berani membayar dengan harga layak jika biji kakao yang dijual petani memenuhi persyaratan yang diinginkan perusahaan.Usai melakukan ‘’tur cokelat’’ Ny. Ayu Pastika mengatakan kepada Kadisbun Bali Ir. I Dewa Made Buana Duwuran,MP yang baru hadir ditengah-tengah rombongan Ayu Pastika setelah rapat mendadak yang digelar Gubernur Bali sangat terkesan dengan aktivitas yang dilakukan di Pod Chocolate Carangsari. Sebagai tindak lanjut dari tur ini nantinya akan diadakan evaluasi guna membuat program lebih lanjut. ‘’Bagi anggota PKK yang tertarik dengan usaha ini kami akan memfasilitasi lewat pelatihan atau magang di peusahaan ini,’’ tegasnya.Peluang pengolahan cokelat cukup bagus. ‘’Potensi kita punya, sekarang tinggal memantapkan SDMnya,’’tegas Ayu Pastika. Contoh sederhana saja, jika ada kegiatan ulang tahun kenapa kita harus membeli dengan merogoh kocek cukup mahal. ‘’Kenapa peluang ini tak kita manfaatkan. Dengan memiliki ketrampilan mengolah cokelat bukan hal mustahil yang awalnya hobi nantinya menjadi peluang bisnis yang menggiurkan,’’ ujar Ayu Pastika dengan rasa penuh optimis.

(artika, Humas Disbun Bali).

 

MENU UTAMA

EVENT TERAKHIR

AGENDA

UNIT ESELON

TEKNOLOGI PRAKTIS

REKAP HARGA PASAR

LINK

SITUS PEMERINTAHAN

KOMODITI UNGGULAN

Klik pada gambar untuk melihat detail dari komoditi unggulan Dinas Perkebunan Provinsi Bali.

Lihat Semua