full screen background image

DISBUN BALI SOSIALISASIKAN KEGIATAN INTENSIFIKASI KOPI

Event 12 Juni 2015 admin_disbun

Komoditi kopi termasuk komoditas unggulan daerah Bali dan mempunyai peran stretegis  dalam meningkatkan ekonomi perdesaan dan yang tidak kalah pentingnya berperan sebagai fungsi ekologis yakni  menjaga tata air tanah. Di Bali ada dua jenis kopi yang diusahakan oleh para petani secara turun temurun yakni kopi robusta dan arabika dengan luas areal sesuai statistik Disbun Bali tahun 2014 seluas  36.538 ha dengan produksi  17.325 ton ose atau produktivitasnya 649 KG/Ha dari yang diharapkan 1.000 kg/ha. Salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas kopi tersebut Disbun Bali melalui Bidang Pengembangan dan Perlindungan Perkebunan dalam tahun anggaran 2015 melaksanakan kegiatan intensifikasi  tanaman kopi seluas 3.400 ha yang dibiayai melalui APBN.  Kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi yang dilaksanakan tanggal 11 Juni 2015 bertempat di Ruiang pertemuan Dinas Perkebunan Provinsi Bali. Menurut Kasi Tanaman Tahunan Disbun Bali Ir. I Nyoman Rupa, M.Si kegiatan sosialisasi tersebut  diikuti oleh 74 orang berasal dari perwakilan subak abian dan petugas dari Kabupaten Tabanan, Bulelelng, Badung dan Bangli  serta instansi terkait. Sedangkan Kepala Bidang Pengembangan dan Perlindungan Perkebunan Disbun Bali Ir. I Nengah Intaran dalam mengawali acara tersebut mengatakan bahwa materi sosialisasi  meliputi  Kebijakan pengembangan kopi di Provinsi Bali,Teknis Budidaya tanaman kopi dan paket bantuan intensifikasi

Kepala Dinas dalam materinya menyatakan bahwa kebijakan pembangunan perkebunan kedepan  melalui pengembangan kawasan sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Menteri Pertanian Nomor 46/Kpts/PD.300/1/2015 tentang Penetapan Kawasan Perkebunan Nasional. Komoditi kopi arabika Kintamani Bali termasuk ditetapkan sebagai Kawasan Perkebunan Nasional dengan wilayah meliputi Kabupaten Bangli, Buleleng dan Badung. Melalui kawasan ini diharapkan pembangunan perkebunan khususnya kopi arabika Kintamani Bali dapat disinergikan/terpadu dengan isntansi terkait. Sedangkan Kepala Bidang Pengembangan dan Perlindungan Perkebunan dalam materinya menekankan teknis budidaya terutama upaya peningkatan produksi melalui Intensifikasi. Sedangkan menurut Ir. I Nyoman Rupa Kasi Tanaman Tahunan Disbun Bali mengatakan bahwa petani peserta intensifikasi kopi dibweri bantuan paket intensifikasi yang dibiayai APBN berupa pupuk organic 1.018 kg/ha, gunting pangkas I unit/ha, agens pengendalian hayati 25 paket/ha.

Denpasar, 12 Juni 2015

Made Artika (Disbun Bali)

 

MENU UTAMA

EVENT TERAKHIR

AGENDA

UNIT ESELON

TEKNOLOGI PRAKTIS

REKAP HARGA PASAR

LINK

SITUS PEMERINTAHAN

KOMODITI UNGGULAN

Klik pada gambar untuk melihat detail dari komoditi unggulan Dinas Perkebunan Provinsi Bali.

Lihat Semua