full screen background image

DINAS PERKEBUNAN BALI RINTIS DESA PERTANIAN ORGANIK BERBASIS KOMODITAS PERKEBUNAN

Berita 15 Juni 2016 admin_disbun

DINAS PERKEBUNAN BALI RINTIS DESA PERTANIAN ORGANIK

 BERBASIS KOMODITAS PERKEBUNAN

 

Oleh : I Dewa Ayu Yona Aprianthina, SP

 

Program Pertanian Desa Organik Pertanian termasuk agenda Nawacita Presiden Joko Widodo dengan 3 (tiga) agenda yang sangat penting yaitu : 1). Lingkungan (Biodiversity),  2). Sosial (Lapangan pekerjaan dan kesehatan), 3). Ekonomi (Peningkatan daya saing produk). Sebagai tindak lanjut dari program Desa Organik tersebut, Dinas Perkebunan Provinsi Bali telah merintis 11 Desa Organik berbasis komoditas unggulan perkebunan yang tersebar di 4 Kabupaten yaitu meliputi Desa Sukadana, Dukuh, dan Datah (Kabupaten Karangasem), Desa Dausa, Satra, Catur (Kabupaten Bangli), Desa Yeh Embang dan Poh Santen (Kabupaten Jembrana), Desa Petang, Pelaga, dan Jempanang (Kabupaten Badung).

Sistem Pertanian Organik adalah system manajemen produksi yang holistik untuk  meningkatkan dan mengembangkan kehidupan agroekosistem, termasuk keragaman hayati, siklus biologi, dan aktivitas biologi tanah. Pertanian organik menekankan penerapan praktek-praktek manajemen yang lebih mengutamakan penggunaan input dari limbah kegiatan budidaya, dengan mempertimbangkan daya adaptasi terhadap keadaan/kondisi setempat.

Kepala seksi perlindungan perkebunan, I Dewa Nyoman Alit Santika, SP mengatakan “Pengembangan Desa Organik tidak mudah dan sangat besar tantangannya, oleh sebab itu diperlukan kerjasama dan dukungan penuh dari stakeholder demi tersukseskannya kegiatan pengembangan Desa Organik.”

Tantangan dan permasalahan yang dihadapi dalam kegiatan pengembangan Desa Organik ini yaitu karena lemahnya kelembagaan kelompok, terbatasnya SDM, pemahaman masyarakat tentang Pertanian Organik terutama dalam mengkonsumsi produk organik, terbatasnya pengetahuan masyarakat tentang hidup bebas sampah anorganik, serta masih banyak petani yang menggunakan input (pupuk dan pestisida) bersifat anorganik. mengubah pola pikir petani yang menganggap bahwa bertani konvensional dengan menggunakan pupuk dan obat-obatan kimia lebih menguntungkan. Petani belum mengganggap bahwa dengan menggunakan pupuk dan obat-obatan organik tetap bisa meningkatkan produksi.

“Untuk mengatasi tantangan dan permasalahan tersebut diatas, Dinas Perkebunan  Provinsi Bali telah melaksanakan bimbingan/penyuluhan dan pendampingan kepada seluruh stakeholder dan petani serta memberi bantuan antara lain kandang ternak, bantuan bibit hijauan ternak, bantuan bibit palawija, ternak ruminansia (kambing/sapi), bahan dekomposer, alat pertanian kecil (cangkul, parang, gunting pangkas), alat laboratorium sederhana (dandang, kompor, dll), bahan laboratorium, gerobak dorong besi, dan gerobak dorong kayu. Untuk pengadaan paket bantuan agro input masih dalam proses pelelangan” ujar Kasi Perlinbun.

Denpasar, Juni 2016

Editor

I Made Artika/Pranata Humas Disbun Bali

MENU UTAMA

EVENT TERAKHIR

AGENDA

UNIT ESELON

TEKNOLOGI PRAKTIS

REKAP HARGA PASAR

LINK

SITUS PEMERINTAHAN

KOMODITI UNGGULAN

Klik pada gambar untuk melihat detail dari komoditi unggulan Dinas Perkebunan Provinsi Bali.

Lihat Semua