full screen background image

BELALANG KAYU SERANG TANAMAN KELAPA

Berita 27 April 2016 admin_disbun

Belalang kayu dikenal dengan nama latin : Valanganigricornis, termasuk dalam ordo Orthopthera dan Famil iAcrididae, dengan cir ikhas  yaitu adanya spiny atau sejenis jarum pada bagian bawah prosternum dan adanya sepasang spot hitam pada femur/paha kaki belakang, serta pangkal sayap belakang berwarna merah.

Kepala UPT Laboratorium Perlindungan Perkebunan Ir. Anang Priyono,M.Si beserta staf pada Dinas Perkebunan Provinsi Bali bersama Ketut Merta dan staf Bidang Perlindungann tanaman Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Karangasem tinjau serangan Belalang Kayu pada tanaman kelapa atas laporan petugas lapangan. Dari hasil peninjau lapangan yang dilaksanakan beberapa hari lalu (15/4 2016) hama Belalang Kayu tersebut menyerang tanaman kelapa di Desa Manggis Kabupaten Karangasem. Luas areal tanaman kelapa yang terserang kurang lebih 10 ha dengan tingkat serangan ringan sampai berat terutama pada daun-daun tua. Menurut Anang atas informasi dari petani nelayan setempat bahwa tanaman kelapa yang terserang hama belalang kayu tersebut sebagian besar milik Hotel Royal.

Dari hasil pengamatan lapangan, menurut Anang bahwa hama tersebut masuk dalam periode telur/bertelur menurut Kalshoven periode telur sekitar bulan Pebruari s.d April dan sebagian belalang dewasa yang ada populasinya tidak banyak umumnya hinggap pada semak-semak dan tanaman rendah lainnya, hama ini sudah tidak diketemukan  hinggap pada daun kelapa.

Menurut  Anang upaya pencegahan dan pengendalian hama belalang kayu tersebut dianjurkan antara lain :

  1. Menghubungi pihak management Royal Hotel, Petani penggarap, masyarakat di sekitar lokasi serangan, aparat desa dan kecamatan untuk bersama-sama melakukan pencegahan dan pengendalian.
  2. Mengumpulkan petani penggarap, masyarakat disekitar lokasi serangan untuk dilakukan sosialisasi tentang potensi bahaya hama belalang kayu, cara hidup, cara penanggulangan dan cara pengolahan menjadi lauk atau camilan ringan berprotein tinggi.
  3. Melakukan pengamatan secara berkala dilokasi potensi bertelur belalang kayu di sekitar lokasi serangan saat ini, terutama pada awal musim hujan bulan Oktober mendatang sehingga dapat dilakukan upaya pengendalian mekanis, dan biologis.
  4. Melakukan pemberantasan/pengendalian menggunakan insektisida bila terjadi peledakan hama ini, dimana pengendalian secara mekanis  dan biologis tidak mampu menekan populasi serangan ini.

Pranata Humas Disbun Bali

Made Artika

MENU UTAMA

EVENT TERAKHIR

AGENDA

UNIT ESELON

TEKNOLOGI PRAKTIS

REKAP HARGA PASAR

LINK

SITUS PEMERINTAHAN

KOMODITI UNGGULAN

Klik pada gambar untuk melihat detail dari komoditi unggulan Dinas Perkebunan Provinsi Bali.

Lihat Semua