full screen background image

DISBUN BALI MENJADI DAYA TARIK DISBUN BENGKULU

Berita 12 April 2016 admin_disbun

Bali tidak saja menarik  karena pariwisata budayanya akan tetapi Bali khususnya produk komoditas perkebunan juga memiliki daya tarik dan telah dikenal secara nasional maupun internasional. Hal tersebut diungkapkan oleh Bapak Ir. Rasmawan,M.Si. Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu selaku pimpinan rombongan  saat kunjungan kerja ke Dinas Perkebunan Provinsi Bali.

Kunjungan kerja Dinas Perkebunan Provinsi Bengkulu dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 7 April 2016, diikuti oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong, Dinas Perkebunan Kabupaten Kepahiang, akademisi dari Universitas Bengkulu (UNIB) dan Kelompok Tani Kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang. Rombongan diterima oleh Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Bali Ibu Ir. Ni Made Srie Sutraningsih didampingi Kepala Seksi Panen,Pasca Panen Dan Pengolahan Hasil Dinas Perkebunan Provinsi Bali Ir. I Dewa Made Sutamba Wijaya,M.Agb.

Menurut Rasmawan kunjungan kerja tersebut dilakukan dengan maksud untuk melihat dan menggali lebih jauh atas keunggulan-keunggulan produk komoditas perkebunan Bali utamanya komoditas kopi.Diakui oleh Rasmawan bahwa kopi yang ada di Provinsi Bali telah mampu meraih pasar special sementara kopi Bengkulu masih dipasarkan dipasar local disekitar Lampung. Oleh karenanya Disbun Provinsi Bengkulu ingin mengetahui lebih dekat peran Disbun Provinsi Bali dalam membina komoditi Perkebunan Bali.

Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Bali Ir. Ni Made Srie Sutraningsih mewakili Kepala Dinas menjelaskan kepada peserta kunjungan kerja Disbun Bengkulu bahwa pengembangan komodittas perkebunan di Bali dibagi menjadi 4 (empat) kawasan yakni kawasan kopi arabika berlokasi di Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli, Kecamatan Petang Kabupaten Badung Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng, kawasan jambu mete di Kecamatan Kubu Kabupaten Karangasem, Kawasan Kakao di Kabupaten Tabanan dan Jembrana, Kawasan Kopi Robusta di Kecamatan Pupuan Kabupaten Tabanan dan Busungbiu Kabupaten Buleleng.

Khusus untuk komoditi kopi arabika telah mendapat sertifikat IG pertama yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI. Luas areal relative sempit tercatat 13.000 Ha lebih dibandingkan dengan luas areal kopi yang ada di Bengkulu seluas 90.884 Ha. Namun bagi Bali walaupun arealnya sempit akan tetapi yang ditekankan oleh kepala Dinas adalah agar para petani mampu menghasilkan produk bermutu tinggi sesuai permintaan pasar.

Pranata Humas Disbun

MENU UTAMA

EVENT TERAKHIR

AGENDA

UNIT ESELON

TEKNOLOGI PRAKTIS

REKAP HARGA PASAR

LINK

SITUS PEMERINTAHAN

KOMODITI UNGGULAN

Klik pada gambar untuk melihat detail dari komoditi unggulan Dinas Perkebunan Provinsi Bali.

Lihat Semua