full screen background image

DISBUN BALI GELAR TEMU USAHA KEMITRAAN DAN KEWIRAUSAHAAN KOMODITI JAMBU METE

Berita 06 April 2016 admin_disbun

Untuk menjaga kelangsungan kerjasama kemitraan antara PT. Mitra Profil Abadi dengan para petani jambu mete yang tergabung dalam wadah Subak Abian diwilayah Kecamatan Kubu Karangasem, Dinas Perkebunan Provinsi Bali melalui Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (PPHP) pada hari Selasa tanggal 5 April 2016 memfasilitasi acara Temu Usaha Kemitraan dan Kewirausahaan bertempat di Aula Dinas Perkebunan setempat. Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Perwakilan dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Karangasem, Perwakilan dari 11 Subak Abian Jambu Mete Kecamatan Kubu, Petugas Unit Manajemen Lapangan Dinas Perkebunan Prov. Bali, Kabid PPHP dan Staf serta Direktur PT. Profi Mitra l Abadi (PT. PMA). Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Bali (Bapak Ir. I Dewa Made Buwana Duuran, MP

Menurut Kepala Dinas bahwa Jambu Mete Kubu Bali telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis (IG) serta sertifikat organik. Dengan diraihnya sertifikat ini, menurut Kepala Dinas Perkebunan Bali tentu akan berdampak positif terutama dari aspek pasar, jelas dengan adanya sertifikat ini akan mendongkrak popularitas dan citra  jambu mete Bali yang pada akhirnya masyarakat dunia akan mengapresiasi dengan memberikan harga lebih layak.

Indikasi Geografis adalah tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan ciri dan kualitas tertentu pada barang yang dihasilkan, pada era perdagangan bebas  sangat penting sebagai perlindungan hukum terhadap produk untuk strategi pemasaran sehingga dapat meningkatkan nilai tambah  produk, meningkatkan reputasi produk; dan promosi IG di luar negeri serta menghindari persaingan yang tidak sehat.

Oleh karenanya Kepala Dinas berharap untuk mempertahankan Keberadaan Jambu Mete Kubu Bali agar Subak Abian mampu mempertahankan komitmen yang telah disepakati antara Subak Abian dan Mitra Usaha. Hal ini ditekankan karena pada umumnya selama ini kelemahan terletak pada komitmen dimana pada awalnya kompak dan diakhir setelah ada hasil. Kepada petugas dilapangan Kepala Dinas menekankan agar lebih aktif melaporkan perkembangan dilapangan.

Sedangkan Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Bali Drs. I Made Ngurah Artana yang mendampingi kepala Dinas dalam acara tersebut menambahkan bahwa  luas areal tanaman jambu mete di Kecamatan Kubu tercatat 8.771 ha dengan produksi 3.400 ton/tahun, dan telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis dengan nomor IDG000000028 tanggal 26 November 2014 dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM RI, serta memiliki sertifikat organic dikeluarkan oleh IMO lembaga sertifikasi dari Swiss. Artana berharap mutu produk dijaga dengn ketat sesuai SOP yang telah disepakati.

Lewi Cuaca selaku CEO dari PT. PMA yang hadir sebagai mitra usaha menjelaskan bahwa pihaknya selalu mempromosikan Mete Organik Kubu Bali mempunyai ciri khas dan diminati konsumen luar negeri dengan harga lebih mahal. Peluang pasar Mete Organik Kubu Bali diluar negeri terbuka lebar. Untuk tahun panen 2015 target pembelian gelondong Mete Organik Kubu Bali 200 ton namun dari 4 (empat) Subak Abian yang memiliki sertifikat organik baru bisa dipenuhi 171 ton oleh karenanya kepada semua pihak terutama Anggota Subak Abian agar mempertahankan kualitas dan kuantitas Mete Organik Kubu Bali. Diakhir acara Temu Usaha tersebut disepakti bahwa target pembelian gelondong Mete Organik Kubu Bali PT. PMA sebanyak 250 ton/tahun  dan 10 ton kacang mete kulit ari/bulan.

I Made Artika (Pranata Humas Disbun Bali)

MENU UTAMA

EVENT TERAKHIR

AGENDA

UNIT ESELON

TEKNOLOGI PRAKTIS

REKAP HARGA PASAR

LINK

SITUS PEMERINTAHAN

KOMODITI UNGGULAN

Klik pada gambar untuk melihat detail dari komoditi unggulan Dinas Perkebunan Provinsi Bali.

Lihat Semua